I

Home » » Polisi Amankan Puluhan Kosmetik dari Toko Ahuk Kosmetik, “Awas Kosmetik Kedaluarsa dan Ilegal”

Polisi Amankan Puluhan Kosmetik dari Toko Ahuk Kosmetik, “Awas Kosmetik Kedaluarsa dan Ilegal”


 KISARAN INDOFOKUS – Satuan Reserse Kriminal Narkoba (Satresnarkoba) Polres Asahan merazia dan menyita puluhan kosmetik yang dianggap ilegal karena tidak terdapat izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada setiap kemasannya, Jumat (19/8).
Sebanyak 15 merek yang rata-rata merupakan produk kosmetik pemutih, bedak dan minyak rambut. Dinyatakannya ilegal karena pada setiap kemasan kosmetik itu tidak terdapat izin dari BPOM.
“Produk kosmetik tersebut umumnya merupakan buatan luar negeri, namun ada juga yang buatan dalam negeri yang tidak memiliki SNI. Puluhan kosmetik disita dari Toko Ahuk Kosmetik di Jalan Cokro Aminoto,” ujar Kasat Narkoba AKP Sofyan, melalui Kanit IPDA Syamsul Adhar di Toko Ahuk Kosmetik
Barang yang disita Scrub Thailand, Hair Mask, Pearl Cream, Cotolcacor Fashion, Bogian, Faddy, Vit E, Babigi, Makarizo, Techno, Naturgo, Naked 5, Nutri Energy, Animate, Ahead UPV. “Ahuk pemilik toko belum dilakukan pemeriksaan. Namun akan kita lakukan pemanggilan guna pemeriksaan,” kata Syamsul.
Dari informasi masyarakat yang menyebutkan di toko Ahuk ditemukan kosmetik yang sudah kedaluarsa, tidak memiliki SNI yang diduga berasal dari luar negeri. “Hasil pemeriksaan sementara, kosmetik tidak berizin tersebut ada berasal dari luar negeri. Kasus ini masih kami dalami lebih lanjut,” terang IPDA Syamsul Adhar.
Bila ditemukan kesalahan, Ahuk pemilik toko akan dijerat Pasal 19 juncto Pasal 98 dan atau Pasal 197 UU No. 36/2009 tentang kesehatan dan pasal 8 ayat (1) UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.
Kanit Narkoba IPDA Syamsul berpesan kepada masyarakat, terutama kaum perempuan, harus berhati-hati terhadap produk kosmetik yang hendak dibeli. Konsumen hendaknya memperhatikan apakah produk yang akan dibeli aman dan telah terdaftar di BPOM atau belum. Sebab dan mempunyai SNI, penggunaan kosmetik ilegal dapat membahayakan kesehatan.
Kepada Metro Asahan, Ahuk mengaku tidak mengetahui jika ada produk kosmetik yang sudah kedaluarsa. “Mana tau aku ada barang yang kedaluarsa bang, barang yang masuk banyak kan dan tidak mungkin bisa diperhatikan semuanya,” kata Ahuk. Dijelaskan pemilik toko, Ahuk belum mendapat informasi harus menjual dagangan yang memiliki SNI.
“Aku hanya tau berusaha jual kosmetik, belum tau tentang SNI,” kata AhukDisambung Ahuk, pihak BPOM sudah berulang kali datang memeriksa ke toko.
“Semenjak setahun ini aku menempati ruko ini, BPOM telah berulang kali memeriksa barang jualan. Tapi tidak ada satu pun dari barang saya yang dibawa mereka,” ujar AhukDengan disitanya produk kosmetik oleh personil Sat Narkoba, pemilik toko tidak keberatan. “Aku mau bilang apa, itukan tugasnya polisi melakukan pemeriksaan. Kalau ada barang yang dicurigai biar aja dibawa,” kata Ahuk. METROASAHAN.COM,)
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger