I

Home » » Tokoh Tionghoa Lampung Respons Rencana Pembuatan Buku

Tokoh Tionghoa Lampung Respons Rencana Pembuatan Buku

Para tokoh Tionghoa dari sejumlah yayasan sosial di Lampung mendukung rencana Lampung Post yang akan menerbitkan buku Tionghoa Lampung Membangun Peradaban. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW
BANDAR LAMPUNG -- Para tokoh Tionghoa di Provinsi Lampung menyambut baik rencana pembuatan buku Tionghoa Lampung Membangun Peradaban yang digagas Lampung Post, dan berharap buku tersebut bisa lebih melekatkan kesatuan sebagai warga Indonesia, khususnya masyarakat Lampung, tanpa melihat sekat perbedaan lagi.
Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Hakka Meta Sarana Lampung, Aloysius Bunawan, dalam silaturahmi para tokoh Tionghoa Lampung dengan tim Redaksi Lampung Post di Wisma Chandra, Bandar Lampung, Selasa (26/7/2016).
"Buku ini nantinya diharapkan bisa lebih membuka wawasan masyarakat luas, bahwa orang Tionghoa tidak hanya melulu berkutat di bisnis, tapi juga ikut berperan dalam kemerdekaan, ikut berjuang dan berperan dalam sosial kemasyarakatan," ujar Aloysius.
Merry dari Yayasan Tio Ciu Lampung, juga mengapresiasi rencana pembuatan buku yang nantinya bisa menjadi dokumentasi bagi generasi mendatang, bahwa masyarakat Tionghoa banyak berkiprah dalam segala bidang termasuk perjuangan kemerdekaan.
Tanto Nugroho, Ketua Yayasan Dharma Bhakti Lampung, juga mengatakan semangat masyarakat Tionghoa yang gigih dalam berusaha dan hidup dengan memperhitungkan antara pemasukan dan pengeluaran, bisa ditiru masyarakat luas agar berhasil dalam berusaha. "Konsep berdagang dan hidup sederhana umumnya masyarakat Tionghoa bisa membawa sukses, nah ini yang perlu diketahui dan dicontoh masyarakat luas juga," ujarnya.
Perkembangan politik di negara Republik Indonesia juga membawa dampak cukup baik bagi warga keturunan. Sehingga kedepannya tidak ada lagi diskriminasi di segala bidang, harap Indera Halim dari Yayasan Metta Sarana dan Yendriawan dari Yayasan Suaka Insan.
Pemimpin Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, mengatakan bahwa rencana pembuatan buku tersebut telah lama digagas, terlebih Lampung Post sejak tahun 2008 telah menerbitkan tabloid Xin Wen yang mengulas tentang sejarah dan perkembangan masyarakat Tionghoa termasuk bahasa Mandarin, serta membuat edisi khusus Imlek setiap tahunnya.
"Saya teringat ucapan Profesor Sujarwo yang mengatakan bahwa 50 tahun ke depan tidak ada lagi orang Jawa, orang Lampung, ataupun orang Tionghoa, karena telah terjadi asimilasi dari perkawinan dan lainnya, sehingga nantinya yang ada adalah orang Indonesia," jelas Iskandar.
Menurut Pemred Lampung Post, buku ini nantinya akan mengulas tentang sejarah, budaya, sosial, ekonomi dan juga politik, sehingga dibutuhkan masukan dan sumbangan pemikiran dari banyak piha( LAmpung pos
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger