I

Massa Mengamuk di Laweung

Minggu, 31 Juli 2016 15:21

Massa Mengamuk di Laweung
POLISI bersenjata laras panjang siaga di dekat tanki berisi solar 16.000 liter yang dibakar massa pada lokasi proyek pembangunan pabrik semen di Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu (30/7). 
SIGLI Indofokus- Massa dalam jumlah besar mengamuk di lokasi proyek pembangunan pabrik semen kawasan perbukitan Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie, Sabtu (30/7) sekira pukul 10.00 WIB. Sejumlah fasilitas proyek jadi sasaran pembakaran.
Massa yang mengamuk itu berasal dari Gampong Kule, Kecamatan Batee dan Desa Cot, Kecamatan Muara Tiga terdiri laki-laki dan perempuan. Mereka menuntut pembayaran harga tanah yang terkena lokasi proyek yang menurut mereka belum diselesaikan oleh PT Samana Citra Agung yang diberi mandat oleh PT Semen Indonesia untuk mengurusi masalah tersebut.
Fasilitas yang dibakar massa berupa satu pikap BL 8737 AF, tanki berisi solar 16.000 liter, camp direksi yang digunakan sebagai kantor karyawan, dua pos jaga, satu tempat ibadah, satu MCK, dan dua alat berat. Peralatan kerja termasuk sarana lainnya yang dibakar massa adalah milik PT Hase Alam yang sedang melakukan pekerjaan pembersihan.
Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK kepada Serambi mengatakan, demo yang melibatkan sekitar 800 orang itu tidak ada izin dari kepolisian. Massa yang sebagian bersenjata tajam membakar dan merusak peralatan kerja serta pemondokan pekerja.
Polisi dibantu TNI bersenjata lengkap berhasil mendorong massa yang mengamuk ke luar dari areal proyek. Pekerja yang sedang beraktivitas termasuk alat berat dan truk luput dari amukan massa.
“Yang dibakar tanki berisi solar, satu pikap dan pos jaga serta bangunan berkonstrusi kayu. Tanki berisi solar itu berisi 16.000 liter. Berapa sisa yang tidak terbakar belum kita ketahui karena mobil pemadam berhasil memadamkan api dari tanki yang terbakar,” kata Ali Kadhafi didampingi Wakapolres Pidie, Kompol H Nazaruddin MM.
“Siapa saja akan kita proses secara hukum karena tindakan yang mereka lakukan sudah melawan hukum. Dalam waktu dekat warga akan kita panggil untuk diminta keterangan,” kata Kapolres Pidie yang juga didampingi Kabag Ops Kompol Apriadi.
Diakui Kapolres, amuk massa di lokasi proyek pabrik semen Laweung itu dilatarbelakangi adanya tuntutan ganti rugi tanah yang menurut warga belum dibayar oleh PT Samana Citra Agung. Sementara menurut laporan dari PT Samana Citra Agung, mereka memiliki sertifikat kepemilikan tanah seluas 1.500 hektare yang kini menjadi lokasi proyek pembangunan pabrik semen.
“Saya sudah sering mengimbau, kalau warga memiliki surat atau sertifikat tanah maka harus menempuh upaya hukum dengan menunjukkan bukti-bukti tanah mereka yang belum dibayar. Bukan melakukan aksi anarkis seperti ini,” tegas Ali Kadhafi.
Selepas siang kemarin kondisi di lokasi dilaporkan mulai kondusif. Sebanyak 50 personel Brimob bersenjata lengkap disiagakan untuk menjaga lokasi supaya tidak terulang aksi serupa.(serambi)
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger