I

Home » » Warga Jambo Aye dan Woyla Tolak Raskin

Warga Jambo Aye dan Woyla Tolak Raskin

Sabtu, 15 November 2014 15:49 WIB

* Berkutu dan Berantah
LHOKSUKON INDOFOKUS
– Warga sejumlah desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara dan Kecamatan Woyla, Aceh Barat menolak beras miskin (raskin) yang disalurkan pemerintah kepada mereka karena kualitasnya buruk. Selain berkutu dan berantah (berpadi), warnanya juga kuning supak, seperti beras lama. Protes calon penerima raskin di Tanah Jambo Aye disuarakan Rahmat, warga Desa Kota Pantonlabu kepada Serambi, Jumat (14/11). Sedangkan di Woyla, protes disuarakan H Amri SE, warga setempat.
Menurut Rahmat, warga Desa Matang Maneh dan Desa Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, sepakat menolak raskin yang disalurkan Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Lhokseumawe. Warga menyebut, beras itu berkutu, bercampur antah (gabah yang terdapat dalam beras), dan berwarna kuning supak.
“Ini bukan pertama kali raskin tak berkualitas diberikan kepada kami. Tapi, sebelumnya kami bisa terima karena pihak Bulog berjanji akan memberikan raskin yang tak berbatu, berdedak, dan berbau seperti sekarang,” ujar Rahmat.
Jumlah raskin yang diberikan tahun ini untuk Dusun Lampoh U saja di Jambo Aye, menurut Rahmat, mencapai satu ton lebih. “Kami baru tahu beras itu tak berkualitas justru ketika hendak kami bagikan kepada warga yang berhak. Alhasil, tidak jadi kami bagikan dan kami sudah laporkan kasus ini ke kecamatan,” kata Rahmat.
Sementara Keuchik Matang Maneh, Ridwan Thaib menyebutkan, yang tak terima raskin itu bukan dirinya, tapi semua warga yang berhak mendapat raskin di desa itu. Setiba mobil pengangkut raskin di meunasah, masyarakat sendiri yang langsung memeriksanya. “Begitu tahu kualitasnya jelek, warga langsung menolak karena beras itu selain kuning juga banyak padi dan butirannya rusak,” kata Ridwan Thaib.
Menurut Keuchik, warga yang meminta dirinya menolak raskin tersebut dan segera dikembalikan lagi ke Bulog. “Karena masyarakat tak mau, tidak mungkin beras itu saya terima. Kami tahu raskin memang tidak sebagus beras biasa, tapi untuk apa kita terima beras itu jika tak bisa dimakan,” katanya. Ia berharap Bulog megganti beras itu dengan raskin yang berkualitas.
Koordinator Distribusi Raskin Kantor Camat Tanah Jambo Aye, Ishak mengatakan sudah melaporkan hal itu ke Bulog Lhokseumawe. Bulog berjanji akan mengganti raskin itu dengan beras lain, kemungkinan hari ini.
 Lama tersimpan
Terpisah, Kepala Bulog Divre Lhokseumawe, Ruslian mengatakan, raskin yang dibagikan ke Jambo Aye itu hasil pengadaan tahun 2013 dari Jawa Timur. “Tapi kondisinya masih bagus. Hanya sekitar satu atau dua karung yang kurang bagus karena sudah lama tersimpan,” kata Ruslian saat dikonfirmasi Serambi.
“Bagi masyarakat yang tidak bersedia menerima raskin tersebut, akan segera kita ganti dengan beras lain. Masyarakat kita tak bisa menerima beras itu karena sudah terbiasa makan beras premiun, sedangkan yang kita salurkan ini raskin, jadi pastilah jauh beda harga dan kualitasnya dengan premium,” ujarnya.
Ia berjanji, tahun depan raskin untuk Aceh Utara akan didatangkan dari luar negeri yang kualitasnya lebih bagus meskipun berstatus raskin.
 Sudah menguning
Dari Meulaboh dilaporkan, H Amri SE, warga setempat meminta Bulog dan pemkab setempat segera mengganti raskin untuk Kecamatan Woyla. Pasalnya, beras yang dibagikan pada Jumat (14/11) itu banyak yang busuk dan sudah menguning, sehingga tak layak dikonsumsi.
Menurut Amri, begitu raskin dibagi di Desa Kuala Bhee, kebanyakan warga langsung menolaknya. Hanya segelintir yang menerimanya karena memang beras murah. Amri mengungkapkan, kasus beras busuk pernah terjadi beberapa bulan lalu di kawasan tersebut dan kini kembali terulang.
Menurutnya, perlu ada pengawasan yang lebih ketat lagi, sehingga warga tak kebagian beras yang tak layak konsumsi. “Pemkab perlu segera memanggil Bulog dan mempertanyakan tentang beras tak layak konsumsi ini mengapa dibagikan kepada masyarakat miskin,” ujar Amri.(serambi)
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger