I

Home » » Penangkapan Ganja di Riau Terbesar di Indonesia

Penangkapan Ganja di Riau Terbesar di Indonesia

ganja
Liputan: Sony
PEKANBARU INDOFOKUS – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap truk bermuatan ganja kering asal Aceh di salah satu rumah makan di KM 53, Telaga Samsam, Kandis, Jumat (24/10/2014), sekitar pukul 07.00 WIB. Kepala BNN, Komjen Pol Anang Iskandar menyatakan, truk yang diamankan tersebut membawa 8,088 ton ganja kering.
“Sekarang ini, saya akan mengeksekusi dan mengumumkan delapan ton ganja kering yang ditangkap di Riau,” kata Komjen Pol, Anang Iskandar, saat menggelar konfrensi pers di kantor BBNP Riau, Minggu (26/10/2014).
Anang mengatakan, truk berwarna biru kuning nopol B 9396 AH, bermuatan delapan ton ganja dibungkus 186 karung goni yang ditangkap BNN tersebut, dibawa oleh tiga orang tersangka warga Aceh, masing-masing bernama, M Jamil (32) sebagai sopir serta dua orang rekannya bernama Muhallil (25) dan Syafrizal (20).
Anang juga mengatakan, ganja tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta dengan tujuan akhir Sukabumi, Jawa Barat. Kepada petugas tersangka mengaku diperintah oleh Arifin Ibrahim alias Bang Pin (47), warga Jalan M Toha, Bandung. 
Selain menangkap ketiga tersangka, lanjut Anang, di hari yang sama, tiga tim yang dibentuk BNN juga menangkap dua tersangka di dua tempat berbeda. Pertama Ade ditangkap di Jalan Pondok Jaya, Mampang, Jakarta, selanjutnya Bang Pin, warga Bandung, yang merupakan sebagai penghubung. Keduanya, merupakan pemesan barang haram tersebut.
“Tersangka Bang Pin ini merupakan terpidana kasus serupa yang divonis 12 tahun penjara, pada tahun 2008, namun baru 6 tahun ditahan sudah bebas. Kami juga bingung,” keluhnya. 
Sebelum terungkap kasus ini, Bang Pin pernah berhasil mengangkut 7 ton ganja dengan modus serupa. 
Menurut pengakuan Bang Pin, sebagian ganja tersebut merupakan pesanan seseorang dan sisanya akan di edarkan oleh Ade. Jika pengiriman tersebut berhasil, Bang Pin akan mendapat upah seberat 1,2 ton berupa daun ganja atau sekitar Rp 1,2 Miliar, sementara sang sopir truk dan rekannya oleh Bang Pin akan dijanjikan upah sebesar Rp 120 juta, sebelumnya sopir diberi uang jalan oleh Bang Pin sebesar Rp 10 juta. 
Untuk keperluan penyidikan, lanjut Anang ketiga tersangka beserta barang bukti 186 karung besar ganja akan dibawa ke Jakarta. 
“Saat ini tersangka dan barang bukti masih ditahan di BNNP Riau, dan akan segera dibawa ke Jakarta guna menjalankan Proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.
Atas perbuatanya, para tersangka terancam pasal 111 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati untuk menimbulkan efek jera. 
“Kita akan jerat mereka dengan pasal optimal. Semoga saja hukumannya mati,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anang mengatakan, jika 8,088 ton ganja kering tersebut, tidak tertangkap dan berhasil tersebar, diperkirakan akan bisa membuat teller 8 juta orang. 
“Kalau satu orang mengonsumsi satu ons ganja, maka akan ada delapan juta orang bisa rusak jiwanya karena barang haram ini,” katanya. 
Ia mengatakan BNN merupakan sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.
“Mudah-mudahan dengan adanya penangkapan delapan ton ganja kering yang merupakan penangkapan BNN yang paling terbesar ini, akan mengurangi peredaran narkoba di masyarakat,” ujarnya. (bbc)
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger