I

Home » » Lagi, Sopir L-300 Barat-Selatan Mogok

Lagi, Sopir L-300 Barat-Selatan Mogok

Rabu, 10 September 2014 11:51 WIB

BANDA ACEH  INDOFOKUS- Puluhan sopir angkutan umum L300 trayek barat-selatan Aceh mogok di Kompleks Terminal Terpadu Batoh, Banda Aceh, Selasa (9/9) pagi. Aksi yang sudah berulang ini sebagai protes karena hingga kini masih beroperasi Kijang Innova pelat hitam mengangkut penumpang umum di lintas barat-selatan Aceh.
Selain mogok para sopir, semua loket L300 jurusan barat-selatan Aceh di terminal Batoh itu juga tutup. Puluhan angkutan itu tampak parkir di dalam kompleks terminal sejak pagi hari.
Ketua DPC Organda Kota Banda Aceh, Azhari Usman mengatakan, para sopir itu mogok bersama-sama dan menutup loket untuk menuntut agar pemerintah segera menghentikan operasional kijang pelat hitam yang masih beroperasi mengangkut penumpang di pantai barat-selatan Aceh, padahal kijang pelat hitam tidak boleh mengangkut penumpang umum.
Sedangkan L300 sebagai angkutan resmi justru tak ada penumpang karena kalah saing dengan mobil kijang yang bukan angkutan resmi itu. Meski sering dirazia, kata Azhari, sejumlah mobil pelat hitam itu masih mengangkut penumpang umum. Bahkan, katanya, akibat membandelnya para sopir kijang pelat hitam ini, sering terjadi bentrok fisik antara sopir L300 dengan sopir kijang pelat hitam.
“Secara aturan, mobil kijang pelat hitam tidak boleh mengangkut penumpang umum, melainkan hanya untuk angkutan keluarga. Bila mobil kijang pelat hitam itu dibolehkan mengangkut penumpang umum akan mengurangi jumlah penumpang untuk angkutan L300 yang legal, seperti yang sudah terjadi selama ini. Karena itu, saya minta Pemerintah Aceh segera menyelesaikan konflik ini,” pinta Azhari. 
Seorang pengusaha L300, Ayi mengatakan untuk mengawasi angkutan kijang ilegal di barat-selatan, harus dibentuk pos pengawasan kawasan itu. Pos pemantau ini, kata dia harus mengawasi kijang pelat hitam yang mengangkut penumpang umum. “Agar pengawasan efektif, pos-pos pemantau ini merazia, mobil kijang pelat hitam yang dicurigakan membawa penumpang umum secara rutin,” pinta Ayi.
Terkait saran pengurus sebuah lembaga kijang kepada Pemerintah Aceh agar mobil jenis itu, baik Innova maupun Kijang Kapsul diizinkan untuk berpelat kuning (program kuningisasi) sehingga mobil ini menjadi angkutan resmi, Ketua
DPC Organda Banda Aceh, Azhari Usman menilai wacana itu tak sesuai UU.  “Untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) harus memiliki tempat duduk sembilan orang, tidak termasuk sopir, sedangkan mobil kijang hanya memiliki kapasitas tujuh penumpang,” ujarnya.
Karena itu, ia mengatakan jika dikabulkan, maka program ini justru akan mengacaukan L300 yang sudah ada. Menurutnya, kini yang perlu ditingkatkan pelayanan (service) oleh armada L-300 dalam melayani penumpang. Bila penumpang menginginkan mobil L-300 menggunakan AC, maka pengusaha angkutan harus memenuhi permintaan masyarakat.
Seperti diberitakan Serambi beberapa hari lalu, Ketua Komite Transportasi Kijang Aceh (Koetaraja), Marhaban Pradoni meminta Gubernur Aceh memberi izin terhadap mobil kijang di bawah lembaga itu sebagai angkutan umum resmi (program kuningisasi), seperti di Padang, Sumatera Barat. Trayeknya untuk mereka, kata Marhaban Banda Aceh-Medan dan sebaliknya melalui jalur lintas barat selatan Aceh. (min/sal) 
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger