I

Home » » Indeks Demokrasi Indonesia Turun dari Tahun 2009 ke 2013

Indeks Demokrasi Indonesia Turun dari Tahun 2009 ke 2013


Indeks Demokrasi Indonesia Turun dari Tahun 2009 ke 2013Indeks Demokrasi Indonesia Turun dari Tahun 2009 ke 2013 (Foto: Ilustrasi)
JAKARTA INDOFOKUS - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada 2013 sebesar 63,68 atau mengalami kenaikan 1,05 poin dari 2012 yang sebesar 62,63. Namun indeks dari 2009 turun cukup tajam, dari 67,3 dan turun 3,62 poin menjadi 63,68 di 2013.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin saat membacakan rilis terbaru tentang IDI, di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Suryamin mengungkapkan, perolehan IDI ini didapat dari kerjasama BPS dengan berbagai institusi terkait seperti Kemenko Polhukam, Kemendagri, Bappenas, dan beberapa tim ahli Indonesia.

"Penghitungan dilakukan dari mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Dari hasil hitungannya, indeks demokrasi Indonesia 2013 tercatat sebesar 63,68 atau naik 1,05 poin dari 2012 yang sebesar 62,63," paparnya.

Menurut Suryamin, IDI ini turun cukup tajam jika dibandingkan 2009. IDI pada 2009 mencapai 67,3 dan turun 3,62 poin menjadi 63,68 di 2013.

"Ini harus hati-hati membandingkanya karena 2009 sudah ada pilpres dan 2013 hanya baru persiapan. Yang lebih pas nanti di 2014, masing-masing ada pilpres. Supaya peristiwa politiknya sama. Kalau mau sebanding nanti dibandingkan 2014 yang dirilis April 2015," paparnya.

Suryamin menjelaskan, pengolahan data indeks demokrasi ini berdasarkan coding data dari berita koran 33 provinsi, coding data kementerian dan dokumen pemda, informasi lain dari LSM dan tokoh masyarakat. "Kami juga konfirmasi hal-hal yang perlu dengan tokoh masyarakat. Untuk pengolahan lebih lanjut," imbuhnya.

Dalam penentuan indeks demokrasi Indonesia dihitung tiga aspek, dan dalam tiga aspek tersebut terdapat 11 variabel yang menjadi hitungan. Tiga aspek itu yakni aspek kebebasan sipil, aspek hak politik, dan aspek lembaga demokrasi.

Nilai per aspek adalah kebebasan sipil pada 2013 tercatat 79,00 naik dari 2012 yang hanya 77,94. Aspek hak politik pada 2013 turun menjadi 46,26 jika dibandingkan 2012 yang mencapai 46,33. Kemudian aspek lembaga demokrasi terjadi peningkatan dari 69,28 di 2012 menjadi 72,11 di 2013.

"Jika dibandingkan dengan 2009, aspek kebebasan sipil turun dari 86,97 menjadi 79,00. Aspek hak politik 2009 itu 54,60 turun di 2013 menjadi 46,25. Kemudian aspek lembaga demokrasi di 2009 62,72 dan sekarang naik jadi 72,11," imbuhnya.

Suryamin menjelaskan, tiga aspek komponen penghitung indeks demokrasi Indonesia terdiri dari berbagai variabel dengan penjelasan sebagai berikut.

1. Aspek kebebasan sipil terdiri dari variabel
Kebebasan berkumpul dan berserikat;
Kebebesan berpendapat;
Kebebasan berkeyakinan;
Kebebasan dari diskriminasi.

2. Aspek hak politik terdiri dari variabel
Hak memilih dan dipilih;
Partisipasi politik dalam pengambilan keputusan pengawasan pemerintah.

3. Aspek institusi demokratis terdiri dari variabel
Pemilu yang bebas dan adil;
Peran DPRD;
Peran partai politik;
Peran birokrasi pemerintah daerah;
Peradilan yang independen.

(OKZONE
)
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger