I

Home » »

Dua Pemberondong Posko Nasdem Diringkus

Selasa, 18 Maret 2014 11:02 WIB
* Diwarnai Letusan Senjata
LHOKSUKON INDOFOKUS- Dua pria yang diduga terlibat dalam pemberondongan posko Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Desa Kunye Mule Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, diringkus tim Gabungan Mabes Polri, Polda Aceh, dan Polres Aceh Utara di dua lokasi terpisah. Penangkapan keduanya diwarnai letusan senjata sehingga sempat mengejutkan masyarakat.
Keduanya adalah Umar Adam (35) alias Mimbe Panglima Sagoe KPA Sagoe Cut Meutia, di rumahnya Desa Aron Pirak, Kecamatan Matangkuli, Senin (17/3) sekitar pukul 12.30 WIB. Sedangkan Rasyidin alias Mario (30), warga Desa Tanjong Drien, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, diringkus di Desa Kebun Pirak, Kecamatan Paya Bakong, Minggu (16/4) sore.
Selain itu Mario telah lama dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polres Aceh Utara dalam kasus penculikan dan pencurian karet. Bahkan polisi pernah menembak kakinya saat penyergapan di kawasan Paya Bakong pada Mei 2010. 
Sebagaimana diketahui, posko milik Zubir HT, calon anggota legislatif (caleg) di Desa Kunyet Mule, Kecamatan Matangkuli diberondong dua pria bersebo (berpenutup wajah -red), pada 16 Februari lalu.
Informasi yang diperoleh Serambi, Minggu (16/3) sore, aparat gabungan mendapat informasi, Mario berada di warung kopi di Desa Kebun Pirak, Kecamatan Paya Bakong. Lalu tim gabungan melakukan penyergapan. Saat itu polisi terpaksa melepas lima kali tembakan peringatan agar Mario tak lari.
Begitu berhasil ditangkap, Mario langsung dibawa masuk ke dalam mobil Avanza warna hitam menuju ke Lhoksukon untuk diinterogasi. Berdasarkan informasi yang dikorek polisi darinya, pada Minggu malam itu polisi kembali bergerak menuju kawasan Matangkuli untuk menangkap Membe yang diduga terlibat dalam pemberondongan posko Nasdem.
Sekitar pukul pukul 12.15 WIB, polisi juga berhasil menangkap Membe di rumahnya. Saat penangkapan tersebut juga terdengar letusan senjata tiga kali, sebagai peringatan supaya target tak melarikan diri. Kini keduanya telah diamankan ke Polda Aceh Untuk proses pengembangan. 
Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sujono kepada Serambi menyebutkan, kasus tersebut masih dalam pengusutan tim Mabes Polri dan Polda Aceh. Termasuk untuk mencari tahu asal senjata api tersebut.
“Ya, memang ada dua orang yang ditangkap tim Mabes dan polda Aceh serta Polres Aceh Utara, karena diduga terlibat pemberondongan posko Nasdem,” ujar Kapolres.
AKBP Gatot menyebutkan, barang bukti yang sudah berhasil diamankan adalah satu unit sepeda motor (sepmor). “Saya belum dapat informasi mengenai apakah ada senjata api yang berhasil diamankan dalam kasus itu, karena kasus itu masih dikembangkan oleh tim Mabes Polri,” ujar AKBP Gatot.
Sementara itu, Kapolda Aceh, Brigjen Pol Husein Hamidi kepada wartawan di Mapolda Aceh kemarin siang mengatakan, salah satu tersangka dalam perkara itu berinisial RI yang berperan sebagai pembawa sepmor Mio saat terjadi penembakan Posko Caleg Nasdem di Aceh Utara. Sedangkan yang diduga melakukan penembakan adalah pria berinisial UA.
“Tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Utara, dan Mabes Polri, pertama sekali menangkap RI di rumahnya pada Minggu (16/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Hasil pemeriksaan dan pengembangan dari RI, polisi menangkap tersangka UA di rumahnya sekitar pukul 12.00 WIB tadi siang (kemarin -red),” kata Kapolda.
Ditanya apakah kedua tersangka merupakan simpatisan salah satu partai lokal, seperti halnya Zulkifli, tersangka pembunuhan Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Aceh (DPK PNA) Kutamakmur, Aceh Utara, M Yuaini yang ditangkap sehari sebelumnya. “Ya, diduga seperti itu, tetapi masih dikembangkan, termasuk apa kemungkinan ada tersangka lainnya,” jawab Kapolda.
Panglima Muda Daerah Tiga (Tgk Chik Di Paya Bakong) Partai Aceh, Hasan Nurdin alias Rambo mengatakan tak tahu siapa pelaku pemberondongan posko Nasdem tersebut, karena ia tidak pernah menyuruh, apalagi memerintahkan KPA/PA di daerah Tgk Chik Paya Bakong untuk melakukan perbuatan kriminal.
“Karena itu, jika ada dan siapa pun yang terlibat dalam kasus kriminal ada pihak keamanan yang akan memprosesnya, kami tidak akan mengintervesi proses hukum. Tapi jangan dilibatkan orang lain yang tidak bersalah. Siapa pun yang melakukan perbuatan tanpa ada perintah, risikonya harus ditanggung sendiri,” ujarnya. (jf/sal)
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger