I

Home » » Medan Berpotensi Banjir Besar

Medan Berpotensi Banjir Besar


Seorang pengendara sepeda motor berjuang keras untuk bisa melintasi genangan air yang merendam kawasan pemukiman warga di Jalan Abadi, Medan, Sumut, Minggu (18/8). Kota Medan berpotensi dilanda banjir besar, mengingat intensitas hujan hingga September sangat tinggi.
 
MEDAN INDOFOKU ESA– Hujan yang terus mengguyur Kota Medan berpotensi menimbulkan banjir besar di pusat kota. Apalagi banyak daerah strategis yang harusnya jadi tempat tangkapan air kini sudah beralih fungsi menjadi daerah kompleks perumahan.

“Ditambah lagi upaya pemerintah dalam menangani normalisasi drainase yang dibuat tidak menjamin bisa mengurangi atau menyelesaikan banjir kota. Kenapa, karena sebagian daerah tangkapan air sudah beralih fungsi. Misalnya sawah-sawah yang di belakang USU, sekarang sudah banyak yang dialihfungsikan menjadi kompleks perumahan,” ujar Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut Kusnadi kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin.

Dalam beberapa hari belakangan, hujan deras mengguyur Kota Medan. Sejumlah kawasan pun terendam banjir hingga 60 sentimeter. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai angin kencang dengan rata-rata 28–30 knot memang akan melanda sebagian besar wilayah Sumut hingga September, termasuk Kota Medan. Potensi terjadinya hujan biasanya pada sore dan malam hari, sedangkan siang harinya suhu panas masih sangat mungkin terjadi.

Kusnadi melihat penyebab banjir tidak hanya dari hujan. Kerusakan Sungai Deli dan Sei Belawan yang berada di hulu juga berpotensi menjadi salah satu penyebab banjir besar di perkotaan. Sebab, apabila hulu sungai terjadi kerusakan, airnya akan turun hingga ke Medan. ”Belum lagi ditambah banjir rob di beberapa titik, seperti Belawan. Ini mengancam Kota Medan. Kalau ini terus terjadi dan tidak diatasi, otomatis Kota Medan tidak layak jadi hunian tempat tinggal, karena terus dilanda bencana,” tandasnya.

Karena itu, Pemko Medan harus segera mengantisipasi agar banjir tidak terus-terusan melanda Kota Medan saat musim hujan terjadi. Salah satunya dengan menambah ruang terbuka hijau (RTH) sesuai UU Penataan Ruang, dimana setiap kota minimal harus memenuhi lahan RTH 30% dari luas total wilayah. “Yang terjadi saat ini Kota Medan belum mampu memenuhi luas RTH sebanyak 30%. Bukannya menambah, yang terjadi malah mengurangi. Ini juga yang bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir,” ucapnya.

Selain harus taat aturan itu, kata Kusnadi, Pemko Medan perlu mengalihfungsikan kembali daerah-daerah cekungan menjadi tangkapan air. Sebab, selain berfungsi menjadi daerah tangkapan air, daerah cekungan bisa menjamin suplai air di perkotaan. “Pemerintah harus bisa menghentikan alih fungsi RTH,” tandasnya.

Tak hanya itu, Pemko Medan harus segera melakukan kesiapsiagaan terhadap bencana banjir, mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Pemko juga harus segera menyosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat waspada terhadap daerah-daerah yang berpotensi banjir. ”Kalau tidak diantisipasi, banjir akan menimbulkan dampak yang sangat besar,”ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Hana Lore Simanjuntak memastikan bahwa pihaknya sudah bertindak siap jika sewaktu- waktu terjadi bencana. “Tapi, untuk saat ini kami belum menerima laporan. Namun, kami tetap berkoordinasi dengan camat dan lurah. Kami juga sudah memperingatkan mengenai cuaca yang tidak menentu ini,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Medan Bahrumsyah mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, daerah aliran sungai (DAS) sangat berpotensi banjir pada musim hujan kali ini. Sebab, banyak bangunan di daerah bantaran sungai yang tidak punya izin.

”Ini karena ketidaktegasan pemerintah menertibkan bangunan-bangunan tersebut, termasuk daerah Medan Utara. Mereka memasang saluran pipalisasi tapi timbunannya tidak kuat, sehingga jebol,”katanya.

Dalam hal ini, menurut Bahrum, Pemko Medan perlu bertindak tegas terhadap pemilik bangunan, termasuk oknum yang membekingi bangunan di DAS tersebut. eko agustyo fb(SINDO)
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger