I

Home » » Ghazali Abbas : Harusnya Anggota DPR RI Asal Aceh Tak Teriak di 'Kandangnya'

Ghazali Abbas : Harusnya Anggota DPR RI Asal Aceh Tak Teriak di 'Kandangnya'


Minggu, 04 Agustus 2013 22:00 WIB
Banda Aceh Indofokus  Esa- Mantan anggota MPR/DPR RI periode 1992-2004, Ghazali Abbas Adan menyayangkan kinerja Anggota DPR RI asal Aceh. Katanya, Anggota DPR RI asal Aceh harusnya tak hanya pandai bermanis kata di Aceh saja. Sebagai representasi masyarakat, mestinya mereka dengan leluasa dapat menyuarakan aspirasi warga di Senayan. "Tidak ada manfaat dan tidak perlu apabila anggota DPR-RI asal Aceh dengan suara kencang, mata melotot dan berapi-api berteriak di kandang (Aceh-Red). Sila unjuk kemampuan di Senayan," ujarnya menanggapi respon sejumlah Anggota DPR RI yang melakukan konferensi pers bersama dengan Gubernur Aceh terkait sejumlah regulasi turunan UUPA yang belum disahkan oleh Pemerintah Pusat, Minggu (4/8/2013).
Pada dasarnya, tugas Anggota DPR yakni mengontrol kerja-kerja pemerintah sesuai dengan tingkatannya. Pengontrolan itu bisa dilakukan langsung di lapangan dan melalui sejumlah rapat di berbagai komisi. Rapat itu bisa berupa rapat kerja dengan kementerian atau pula rapat dengar pendapat dengan pelaksana tugas pemerintah di bawah kementerian.
"Dalam rapat-rapat inilah anggota DPR  unjuk kemampuan mengeluarkan pendapat, gagasan dan aspirasi rakyat atau daerah yang diwakilinya. Atau boleh juga apabila memiliki kemampuan secara tertulis, kepada mitra kerjanya itu menyerahkan konsep  berkaitan dengan sesuatu yang harus diperjuangkan, termasuk konsep yang diharapkan menjadi peraturan pemerintah (PP)," jelasnya.
Mekanisme tersebut sambungnya bisa dilakukan secara terus-menerus hingga apa yang diperjuangkan membuahkan hasil. Termasuk di antaranya terkait sejumlah PP turunan UUPA yang selama ini belum berujung manis.
Karena itu sebut Ghazali, respon yang disampaikan sejumlah Anggota DPR RI asal Aceh hari ini di Banda Aceh tak lebih dari sekedar pemanis politik semata. Upaya merasionalkan sebuah regulasi harus menggunakan pendekatan politik secara terkonsep, terstruktur, dan tersistematis.
"Kemudian setiap kali reses ke daerah pemilihan bertemu dengan rakyat melaporkan apa-apa yang diperjuangkan, baik yang sudah berhasil maupun yang belum, serta dalam waktu yang bersamaan mendengar dan mencatat aspirasi rakyat," tegasnya.
"Jangan sekeda unjuk gigi di pendopo atau ruang-ruang kepala dinas," tambahnya lagi kecewa. [005-R]


sumber the globe jurnal
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger