I

Home » » Densus Tangkap Terduga Teroris di Bekasi

Densus Tangkap Terduga Teroris di Bekasi


Keamanan Nasional I Polisi Sebar Sketsa Wajah Penembak di Pondok Aren
Densus Tangkap Terduga Teroris di Bekasi
ISTIMEWA
BEKASI INDOFOKUS ESA – Beberapa saksi mata menyebutkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror membawa lima terduga teroris dari lokasi penggerebekan di Jalan M Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/8) malam.

"Yang saya tahu, ada sekitar lima orang yang dibawa aparat saat penggerebekan di Ruko Andreas Banner sekitar pukul 19.00 WIB tadi," ujar salah satu saksi yang bekerja sebagai sopir di ruko yang bersebelahan dengan lokasi penggerebekan, Karim, 44 tahun.

Ia mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa penggerebekan tersebut. "Saya baru tahu ada penggerebekan beberapa saat kemudian karena saya sedang di dalam ruko," kata dia.

Karim mengaku mengenal para penghuni di lokasi penggerebekan yang berprofesi sebagai karyawan percetakan. "Mereka bernama Arifin selaku pemilik usaha, Junaedi, Irfan, dan Mas Bro (panggilan)," kata dia.

Ia mengaku sempat mendengar ada suara letusan tembakan dari lokasi penggerebekan. "Tukang warung depan ruko saya juga dengar ada suara letusan tembakan. Sepertinya ada satu orang yang kena tembak," kata dia.

Menurut dia, tiga karyawan diangkut Tim Densus 88 dengan mobil, sementar dua lainnya diangkut dengan mobil Polsek Bekasi Timur.

Sementara itu, Agus Budiyono selaku Ketua Forum Wartawan Pemantau Keadilan (Forwara) yang berkantor di samping lokasi penggerebekan mengatakan Arifin sudah membuka usaha di lokasi itu sejak 2011 dengan cara mengontrak. "Perpanjang sewa rukonya saja bareng sama saya," kata dia.

Menurut dia, tidak pernah dia dapati adanya aktivitas mencurigakan pada ruko Arifin. "Rukonya buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 20.30 WIB," kata dia.

Sebelumnya, aparat Polda Metro Jaya juga mengincar orang yang memasok senjata angin (airsoft gun) kepada seorang wanita, NS, yang diduga menjadi istri kedua dari narapidana kasus teroris, MS. "Kita masih selidiki orang memasok senjata," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Slamet Riyanto.

Slamet mengatakan penyidik kepolisian menemukan 12 pucuk senjata angin laras panjang dan 50 pucuk senjata laras pendek di kediaman NS. Slamet menyatakan penyitaan airsoft gun tersebut merupakan pengembangan dari razia senjata sebelumnya.

Ia mengungkapkan awalnya NS membantah sebagai pengelola dan pemilik toko penjualan airsoft gun, namun salah seorang karyawan mengaku NS sebagai pengelola dan pengawas toko. Kepada petugas, NS mengaku membeli senjata secara online di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dan Mangga Dua, Jakarta Barat.

Selain mengincar pemasok, Slamet menambahkan polisi akan memeriksa suami NS, yakni MS, yang mendekam kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Benar, (penangkapan itu) dilakukan oleh Densus 88," ujar dia. Namun, Rikwanto menyatakan penangkapan tersebut tak ada kaitannya dengan kasus penembakan polisi yang terjadi di wilayah Tangerang Selatan.


Sisir Barang Bukti

Sementara itu, Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Densus 88 Antiteror menyebar sketsa dua pelaku penembakan personel Polsek Pondok Aren. Polri mengharapkan masyarakat memberikan informasi bila menemukan orang yang mirip dengan ciri-ciri pelaku yang ada di sketsa.

"Kami sudah sebar sketsa, dan sedang kita buru. Densus lebih tahu ciri-ciri itu cocok dengan kelompok siapa, dan sedang diburu. Kelompok mana yang sedang diburu, masih kita tunggu sampai salah satu dari mereka tertangkap," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie, di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, korban penembakan di Jalan Graha Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Aiptu Pol (yang sekarang dinaikkan pangkatnya menjadi Ipda Anumerta) Kus Hendratna, menerima penghargaan "Kak Seto Award" dari Satgas Perlindungan Anak berkat jasa dan perannya dalam mendukung dan mendirikan rumah aman bagi anak-anak penderita disabilitas di Bintaro.

"Karena itu, kami sepakat menjadikan beliau sebagai pahlawan bagi anak-anak," kata Kak Seto. Pihaknya berharap penghargaan kepada almarhum dapat menjadi pemicu semangat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kepedulian pada anak-anak.

Seperti diketahui, Ipda Anumerta Kus Hendratna ditembak orang tak dikenal saat hendak apel pengamanan malam 17 Agustus di Polsek Pondok Aren. eko/Ant/N-1
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger