I

Home » » SEJARAH NASIONAL

SEJARAH NASIONAL

KTT ASEAN 3 di Manila

KTT ini dilangsungkan di Manila ibu kota Filipina pada tanggal 14-15 Desember 1987. Konferensi Tingkat Tinggi tersebut dihadiri oleh kepala-kepala pemerintahan dari keenam negara anggota ASEAN. Kepala-kepala pemerintah itu adalah: Presiden Corazon Aquino dari Filipina Presiden Soeharto dari Indonesia. Perdana Menteri Mahathir Mohamad dari Malaysia Perdana Menteri Lee Kuan Yew dari Singapura. Perdana Menteri Prem Tinsolanonda dari Thailand Sultan Bolkiah dari Brunai Darussalam Di samping...

KTT ASEAN 2

Setelah sukses dengan KTT ASEAN 1, maka pada tanggal 4-5 Agustus 1977 KTT ASEAN kedua pun dilangsungkan. Kegiatan ini diselenggarakan di Kualalumpur-Malaysia, dan dihadiri oleh: 1. Presiden Soeharto dari Indonesia 2. Perdana Menteri Datuk Hussein Onn dari Malaysia 3. Perdana Menteri Lee Kuan Yew dari Singapura 4. Presiden Ferdinand Marcos dari Filipina 5. Perdana Menteri Thanin Kraivichen dari Thailand Dalam KTT ke-2 ini dihasilkan beberapa pokok keputusan yang cukup penting, yaitu: Memberi...

KTT ASEAN 1 (pertama)

Untuk mencapai tujuan ASEAN yang telah dirumuskan, maka perlu melakukan usaha dan kegiatan. Dalam pelaksanaannya telah dibentuk 11 komite, misalnya komite bahan makan dan pertanian, keuangan, pariwisata, mass media dan lain-lain. Komite-komite ini bertujuan meningkatkan bentuk-bentuk kerjasama di antara keenam negara anggota. Di samping itu juga membentuk komite-komite Ad Hoc (Komite Paniti Kerja). Komite ini antara lain Komite Khusus yang bertugas meningkatkan hubungan dagang dengan MEE. Juga...

Terbentuknya ASEAN dan tujuannya

Sudah kita bahas pada posting sebelumnya bahwa Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif. Dalam hubungannya dengan pelaksanaan politik tersebut, salah satunya Indonesia aktif melakukan kerja sama dengan negara-negara lain. Dalam melakukan kerja sama ini ada yang berbentuk suatu wadah kerja sama. Ada beberapa contoh bentuk atau wadah kerja sama bagi Indonesia yang perlu kita ketahui adalah ASEAN. ASEAN merupakan bentuk perhimpunan kerja sama negara-negara Asia Tenggara, yang berdirinya...

Pembangunan nasional masa orde baru

Tahun 1968, tepatnya tanggal 21-30 Maret diadakan Sidang Umum MPRS yang menetapkan antara lain: a. Jenderal Soeharto diangkat sebagai Presiden RI. b. Akan dibentuk Kabinet Pembangunan. Sebagai pelaksanaan Ketetapan MPRS 1968, dibentuklah Kabinet Pembangunan I. Kabinet ini melaksanakan 5 macam program yang disebut Pancakrida. Yang isinya: Meciptakan ketenangan politik Menyusun dan merencanakan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Melaksanakan Pemilihan Umum. Mengadakan pembersihan...

Pengalihan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto

Setelah dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret, maka Letnan Jenderal Soeharto menitik beratkan pada usaha stabilitas nasional. Usaha stabilitas nasional, baik stabilitas politik maupun ekonomi sengat diperlukan. Hal ini merupakan modal penting dalam usaha pembangunan nasional. Untuk itu, maka pada tanggal 20 Juni-5 Juli 1966 di adakan Sidang Umum MPRS. Sidang ini dimaksudkan untuk menentukan langkah-langkah yang tepat, guna menciptakan stabilitas nasional. Sebagai langkah stabilitas dalam...

Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) tonggak sejarah lahirnya Orde Baru

Pada tanggal 11 Maret 1966, berlangsung Sidang Kabinet Dwikora. Sidang bertujuan mencari pemecahan dari krisis politik yang samakin memuncak. Tetapi sidang ini macet dan tidak berhasil mendapatkan jalan keluar yang lebi bagus dalam memecahkan krisis. Presiden Soekarno meninggalkan sidang dan pergi ke Bogor. Sementara itu memang para demonstran terus meningkatkan kegiatannya. Keamanan negara semakin tidak terkendali. Angkatan bersenjata sendiri tidak dapat berbuat lebih banyak, karena tidak...

Penyebab tercetusnya Tritura

Menjelang berakhirnya tahun 1965, pemberontakan G 30 SPKI dapat dikatakan sudah teratasi. Namun demikian, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Sebab sisa-sisa PKI masih banyak berkeliaran dengan mengadakan gerilya politik. Sehingga masyarakat umum masih diliputi kecemasan, jangan-jangan partai tersebut masih ingin memberontak dan melakukan kekejaman-kekejaman. Presiden Soekarno sendiri tidak mau mengambil tindakan tegas terhadap partai yang satu ini. Padahal jelas-jelas mengkhianati bangsa,...

Pemberontakan G 30 S/PKI dan Kesaktian Pancasila

Negara dalam keadaan lemah. Timgul banyak penyelewengan, korupsi, kultus individu dan partai-partai bersaing secara tidak sehat. Keadaan ini mendorong PKI untuk melancarkan pemberontakan. Untk itu PKI telah melakukan beberapa persiapan, antara lain: 1. Melatih Pemuda Rakyat dan Gerwani. 2. Menyebarkan desas-desus tentang adanya Dewan Jenderal yang akan merebut kekuasaan pemerintah. Setelah yakin bahwa persiapan cukup matang, PKI mulai melancarkan aksinya. Maka pada tanggal 30 September 1965...

Politik luar negeri Indonesia dan konfrontasi Malaysia

Secara resmi, politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas artinya Indonesia secara resmi merdeka untuk mengadakan hubungan dengan negara-negara lain, dan tidak memihak pada satu blok tertentu. Sedangkan Aktif maksudnya, Indonesia selalu ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia. Jadi, Indonesia dalam melaksanakan politik luar negerinya itu seharusnya tidak memihak salah satu kelompok tertentu dan giat ikut mengusahakan perdamaian dunia. Tetapi, pada kenyatannya pada masa...

Kehidupan sosial budaya setelah dekrit presiden

Keadaan ekonomi yang kalut telah menyebabkan kehidupan sosial kemasyarakatan juga menyedihkan. Banyak rakyat kecil yang menderita. Sedang pihak-pihak tertentu ada yang memperkaya diri. Kelompok yang merasa memiliki kesempatan tidak segan-segan korupsi. Timbullah kelompok orang-orang kaya. Dengan demikian timbul perbedaan antara si kaya dan si miskin. Kehidupan masyarakat ditandai dengan pertentangan terutama antara kelompok komunis dengan orang yang bukan komunis. Hal ini terasa sekali di...

Keadaan ekonomi setelah dekrit presiden

Setelah keadaan politik gonjang - ganjing, keadaan ekonomi pun tidak berjalan dengan baik. Pada bulan Agustus 1959 dibentuk Dewan Perancang Nasional (Depernas) di bawah pimpinan Mr. Muh Yamin. Tahun 1963 Depernas ini diganti dengan Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas), yang dipimpin langsung oleh presiden Soekarno. Tugas Bappenas ini menyusun rencana jangka panjang dan rencana tahunan baik nasional maupun daerah, menilai dan mengawasi pembangunan. Pada waktu itu sudah direncanakan...

Keadaan politik setelah Dekrit Presiden

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hal ini mengingat masa sebelumnya yang selalu dalam keadaan goyah, tidak ada kestabilan politik. Dengan dikeluarkannya dekrit tersebut Kabinet Juanda dibubarkan pada tanggal 9 Juli 1959. Kemudian dibentuk Kabinet Kerja. Program kabinet ini adalah meliputi soal keamanan dalam negeri, soal sandang pangan dan pembebasan Irian Barat (Irian Jaya). Selanjutnya presiden membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Anggotanya...

Pembebasan Irian Barat

Menurut keputusan KMB, masalah Irian Barat ditunda penyelesainnya setahun kemudian. Tetapi sampai bertahun-tahun Belanda tidak mau berunding, bahkan malahan membentuk negara Papua. Hal ini menunjukkan bahwa Belanda tetap ingin menduduki Irian Barat. Oleh karena itu Indonesia bertekad untuk membebaskan Irian Barat dengan jalan konfrontasi. Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat atau disingkat Trikora, yang sisinya sebagai berikut: Gagalkan pembentukan...

Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Selama 4 tahun, Konstituante ditandai dengan perdebatan yang tak berujung pangkal. Tugas pokok untuk menyusun dan menetapkan Undang-Undang Dasar Negara menjadi macet dan tidak berhasil. Dalam suasana kemacetan ini, kemudian Presiden Soekarno yang mencanangkan Demokrasi Terpimpin menganjurkan agar Konstituante menetapkan saja UUD 1945 menjadi Undang-Undang Dasar Negara RI yang tetap. Menanggapi usul Presiden Soekarno itu, maka Konstituante mengadakan sidang untuk mendengarkan pendapat dari...

Perjuangan secara nonkooperasi Indonesia

Lahirnya beberapa organisasi pergerakan nasional di saat kebangkitan nasional, telah merupakan perintis bagi perkembangan organisasi-organisasi yang lain. Apalagi setelah Perang Dunia 1. Pada akhir Perang Dunia 1 itu W. Wilson Presiden Amerika Serikat mengucapkan pidato, yang sisinya bahwa "Bangsa-bangsa diberi hak untuk menentukan nasibnya sendiri". Hal ini mempengaruhi negara-negara yang terjajah untuk bangkit menentukan nasibnya sendiri. Maka timbullah berbagai bentuk organisasi perjuangan....

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia

Peninggalan-peninggalan sejarah Islam di Indonesia sangat beraneka ragam, karena jaran Islam mencakup semua segi kehidupan. Peninggalan tersebut sebagian besar merupakan hasil perpaduan kebudayaan Islam dengan kebudayaan setempat. Banyaknya bentuk perpaduan kebudayaan Islam dengan kebudayaan setempat menurut para ahli antropologi sebagai tanda bahwa penyebaran Islam di Indonesia dengan cara damai, tanpa adanya usaha menghapuskan kebudayaan yang telah ada sebelumnya. Kenyataan ini juga berlaku...

Pemikir dan ulama Indonesia setelah Para Wali

Setelah Para Wali, di Indonesia terdapat banyak pemikir dan ulama seperti, Hamzah Fansuri, Nuruddin ar Raniri dan Syekh Abdurrauf. Sekilas mari kita bahas dari masing-masing pemikir dan ulama tersebut. 1. Hamzah Fansuri Ia adalah seorang ulama terkenal dari Aceh. Beliau juga seorang ahli ilmu tasawuf. Ajaran tasawuf yang mereka ajarkan disebut ilmu as Suluk, yang biasanya dilakukan dengan dzikir atau tarikat. Tujuan ilmu ini adalah memperoleh tenaga dalam (supranatural). Ajaran ini mulai...

Peranan para Wali/ulama dalam bidang sosial budaya dan

Para wali atau ulama disamping melakukan tugas keagamaan juga mengemban misi kebudayaan. Misi sosial budaya ini justru dapat dikatakan sebagai perwujudan atau praktik dari hasil pengalaman ajaran Islam. Keberhasilan ulama pada masa itu dapat diukur dengan seberapa jauh perubahan dari kebudayaan masyarakat pra-Islam ke masyarakat Islam. Perubahan ini akan terlihat jelas dari upacara kelahiran, perkawinan, kematian, pola makanan, pakaian dan cara bersikap dan bertingkah laku sehari-hari. Para...

Puncak kejayaan kerajaan Ternate

Seperti telah dibahas secara singkat pada artikel Kerajaan Ternate dan Tidore, untuk kali ini penulis akan menjabarkan lebih secara rinci tentang Kerajaan Ternate.  Kerajaan ini berdiri pada abad ke-13 dengan beribukota di Sampalu. Letaknya di Kepulauan Maluku bagian utara. Ketika Bandar Malaka menjadi ramai, permintaan rempah-rempah dari Maluku semakin besar. Bersamaan dengan itu pengaruh Islam masuk ke Ternate. Islam mulai disebarkan ke kerajaan ini pada abad ke-14. Masa kejayaan...
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger