I

Home » » Kurikulum 2013, Mencoba Membangun Sikap Siswa

Kurikulum 2013, Mencoba Membangun Sikap Siswa

Sejumlah siswa dari berbagai jenjang menunjukkan buku Kurikulum 2013 pada peluncuran Kurikulum itu secara nasional di SMA Negeri 1 Bantul, Bantul, Yogyakarta, Senin (15/7).
Sejumlah siswa dari berbagai jenjang menunjukkan buku Kurikulum 2013 pada peluncuran Kurikulum itu secara nasional di SMA Negeri 1 Bantul, Bantul, Yogyakarta, Senin (15/7). (sumber: Antara)
JAKARTA  INDOFOKUS  - Senin (15/7) kemarin merupakan hari bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Kurikulum 2013 akhirnya resmi diterapkan meskipun belum dilakukan di semua sekolah.
Kurikulum 2013 memiliki banyak perbedaan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Jika yang terdahulu pengetahuan dinomorsatukan, maka pada kurikulum 2013 ini fokus pertama adalah membangun sikap siswa-siswi Indonesia.
Setidaknya begitulah yang dimaksudkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat merancang kurikulum baru ini.
Perubahaan paling terasa adalah berubahnya sistem mata pelajaran menjadi sistem tematik dan terpadu untuk Sekolah Dasar (SD).
Jika dulu dalam satu hari seorang siswa misalnya mendapat pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), lalu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), maka dengan sistem tematik hal itu kini bisa dipelajari dalam satu tema.
Misalkan saja belajar tema lingkungan. Siswa akan membahasnya dari sudut pandang fisika, biologi, kimia, matematika, dan agama.
"Hari ini anak-anak belajar tema 'Diriku', subtemanya 'Pengenalan Diri'.
"Di depan kelas ada gambar tentang cara mengenalkan diri, cara bersalaman, dan cara menyapa. Anak-anak saya minta maju ke depan memperkenalkan dirinya, lalu temannya maju, salaman saling kenalan." cerita Ida, seorang guru kelas 1 SD di Jepara kepada Beritasatu.com, Selasa (16/7).
"Lalu mereka juga saya ajari menghitung teman-teman sekelasnya. Di sini mereka belajar matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Belajar buat berani dan kreatif." imbuhnya.
Sementara itu untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), IPA dan IPS diajarkan secara terpadu. Siswa SMA akan punya mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai bakat dan minatnya.
Sedangkan siswa SMK akan diberi kompetensi keterampilan sesuai dengan standar industri.
Kurikulum 2013 juga membuat jumlah mata pelajaran (mapel) menyusut. Untuk SD, kini siswa hanya belajar enam mapel dari sebelumnya 10 mapel. SMP berkurang dari 12 mapel menjadi 10 mapel.
Namun jam pelajaran justru bertambah. Kemendikbud mendasarkan pada kecenderungan akhir-akhir ini dimana banyak negara menambah jam pelajaran. Tambah lagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat.
Kemendikbud menunjukkan data dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) bahwa jam pelajaran Indonesia untuk umur 7-14 tahun masih 15% di bawah rerata dunia.
Oleh karena itu jam pelajaran siswa SD bertambah empat jam/minggu, SMP enam jam/minggu, dan SMA dua jam/minggu. Kemendikbud menjelaskan hal ini sebagai akibat dari perubahan pendekatan proses pembelajaran dan proses penilaian.
Mengenai proses penilaian sendiri, nantinya guru tidak akan melihat hanya dari hasil tes, tapi juga pengamatan sikap, perilaku, dan keaktifan di kelas. Sehingga hanya melihat hasil, guru juga melihat proses.
Guru sebagai salah satu elemen penting pun akan mengalami perubahan. Jika sebelumnya berpusat pada guru maka kurikulum 2013 akan berpusat pada siswa.
Menarik untuk menyimak poin ini karena konsep serupa pernah ada di kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan berakhir dengan guru tetap sebagai pusat kegiatan belajar mengajar.
Penerapan kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap. Tahun ini akan diterapkan untuk kelas I dan IV SD, kelas VII SMP, dan kelas X SMA/SMK.
Tahun depan untuk kelas II dan V, kelas VIII SMP, dan kelas XI SMA/SMK. Dan tahun ketiga untuk kelas III dan VI, kelas IX SMP, dan kelas XII SMA/SMK.
Secara konsep bisa kita lihat kurikulum 2013 sebagai barang baru pembawa harapan. Harapan agar Indonesia memiliki sumber daya manusia yang tak sekedar pintar menghafal tapi juga cerdas menyikapi permasalahan, punya sikap moral yang baik, dan berbudi pekerti.
Share this article :

No comments:

Popular Posts Today

 
Support : Creating Website | media indofokus | indofokus | indofokus.com | media indofokus | indofokus News | Media indofokus
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired MEDIA INDOFOKUS
Proudly powered by Blogger