NUF

Headlines News :
Topics :

ik

p

adsensecamp

Pengikut indofokus

I

tv one



visitor

Flag Counter

indonesia klik

Template Information

Ralat Berita Kabiro tapsel

TapSel Indofokus  Redaksi indofokus mengralat kembali tentang  kabiro tapsel parningotan hasibuan( kabiro) johir.s m.
yunus siregar parlagutan siregar ronald hs pangaribuan samuel
simatupang hendra pane marwan siregar irawadi reno sutan piliang rohim
lubis kamuaro siagian baginda siregar

Warga Jambo Aye dan Woyla Tolak Raskin

Sabtu, 15 November 2014 15:49 WIB

* Berkutu dan Berantah
LHOKSUKON INDOFOKUS
– Warga sejumlah desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara dan Kecamatan Woyla, Aceh Barat menolak beras miskin (raskin) yang disalurkan pemerintah kepada mereka karena kualitasnya buruk. Selain berkutu dan berantah (berpadi), warnanya juga kuning supak, seperti beras lama. Protes calon penerima raskin di Tanah Jambo Aye disuarakan Rahmat, warga Desa Kota Pantonlabu kepada Serambi, Jumat (14/11). Sedangkan di Woyla, protes disuarakan H Amri SE, warga setempat.
Menurut Rahmat, warga Desa Matang Maneh dan Desa Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, sepakat menolak raskin yang disalurkan Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Lhokseumawe. Warga menyebut, beras itu berkutu, bercampur antah (gabah yang terdapat dalam beras), dan berwarna kuning supak.
“Ini bukan pertama kali raskin tak berkualitas diberikan kepada kami. Tapi, sebelumnya kami bisa terima karena pihak Bulog berjanji akan memberikan raskin yang tak berbatu, berdedak, dan berbau seperti sekarang,” ujar Rahmat.
Jumlah raskin yang diberikan tahun ini untuk Dusun Lampoh U saja di Jambo Aye, menurut Rahmat, mencapai satu ton lebih. “Kami baru tahu beras itu tak berkualitas justru ketika hendak kami bagikan kepada warga yang berhak. Alhasil, tidak jadi kami bagikan dan kami sudah laporkan kasus ini ke kecamatan,” kata Rahmat.
Sementara Keuchik Matang Maneh, Ridwan Thaib menyebutkan, yang tak terima raskin itu bukan dirinya, tapi semua warga yang berhak mendapat raskin di desa itu. Setiba mobil pengangkut raskin di meunasah, masyarakat sendiri yang langsung memeriksanya. “Begitu tahu kualitasnya jelek, warga langsung menolak karena beras itu selain kuning juga banyak padi dan butirannya rusak,” kata Ridwan Thaib.
Menurut Keuchik, warga yang meminta dirinya menolak raskin tersebut dan segera dikembalikan lagi ke Bulog. “Karena masyarakat tak mau, tidak mungkin beras itu saya terima. Kami tahu raskin memang tidak sebagus beras biasa, tapi untuk apa kita terima beras itu jika tak bisa dimakan,” katanya. Ia berharap Bulog megganti beras itu dengan raskin yang berkualitas.
Koordinator Distribusi Raskin Kantor Camat Tanah Jambo Aye, Ishak mengatakan sudah melaporkan hal itu ke Bulog Lhokseumawe. Bulog berjanji akan mengganti raskin itu dengan beras lain, kemungkinan hari ini.
 Lama tersimpan
Terpisah, Kepala Bulog Divre Lhokseumawe, Ruslian mengatakan, raskin yang dibagikan ke Jambo Aye itu hasil pengadaan tahun 2013 dari Jawa Timur. “Tapi kondisinya masih bagus. Hanya sekitar satu atau dua karung yang kurang bagus karena sudah lama tersimpan,” kata Ruslian saat dikonfirmasi Serambi.
“Bagi masyarakat yang tidak bersedia menerima raskin tersebut, akan segera kita ganti dengan beras lain. Masyarakat kita tak bisa menerima beras itu karena sudah terbiasa makan beras premiun, sedangkan yang kita salurkan ini raskin, jadi pastilah jauh beda harga dan kualitasnya dengan premium,” ujarnya.
Ia berjanji, tahun depan raskin untuk Aceh Utara akan didatangkan dari luar negeri yang kualitasnya lebih bagus meskipun berstatus raskin.
 Sudah menguning
Dari Meulaboh dilaporkan, H Amri SE, warga setempat meminta Bulog dan pemkab setempat segera mengganti raskin untuk Kecamatan Woyla. Pasalnya, beras yang dibagikan pada Jumat (14/11) itu banyak yang busuk dan sudah menguning, sehingga tak layak dikonsumsi.
Menurut Amri, begitu raskin dibagi di Desa Kuala Bhee, kebanyakan warga langsung menolaknya. Hanya segelintir yang menerimanya karena memang beras murah. Amri mengungkapkan, kasus beras busuk pernah terjadi beberapa bulan lalu di kawasan tersebut dan kini kembali terulang.
Menurutnya, perlu ada pengawasan yang lebih ketat lagi, sehingga warga tak kebagian beras yang tak layak konsumsi. “Pemkab perlu segera memanggil Bulog dan mempertanyakan tentang beras tak layak konsumsi ini mengapa dibagikan kepada masyarakat miskin,” ujar Amri.(serambi)

Komnas HAM speaks of terror in Amien attack



The National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says there is a message of terror in the Nov. 6 gun attack on a car belonging to former speaker of the People’s Consultative Assembly (MPR) Amien Rais in Yogyakarta.
“[…] there was an intention to perpetuate a wave of fear in the shooting incident. The fact of the matter is that the former MPR speaker has just become a shooting target,” Maneger Nasution, coordinator of the monitoring and investigation sub-commission at Komnas HAM, at the Yogyakarta Police headquarters on Sunday.
During his visit in Yogyakarta, Maneger met with Yogyakarta Police chief Brig.Gen.Oerip Soebagyo after meeting with Amien and visited the site of the shooting at the private residence of National Mandate Party (Party) co-founder in Pandean Sari, Depok, Sleman.
“The shooting incident was aimed at instilling fear in people. If a former MPR speaker could experience such an incident, how about the ordinary people? What is the position of the state in this case?” said Maneger.
He said Komnas HAM was paying close attention to the terror case involving Amien. Speaking as a representative of the commission, Maneger said he called for stronger state protection for all Indonesians during his meeting with the Yogyakarta Police chief.
“As a representative of the state, the police chief must make all Indonesians feel safe. The state was established to provide security for its people. This is the mandate of our Constitution,” said Maneger.
From the Yogyakarta Police chief, Maneger received information on measures the police had taken after the shooting incident. He also requested that the police give progress reports on their investigation into a ritual conducted by a group of people at Amien’s house several weeks ago.
Maneger said Komnas HAM was also investigating and monitoring the shooting incident. He said that after the police concluded its investigation into the incident and ballistic tests at the forensic laboratory at the Central Java Police headquarters, Komnas HAM would issue a recommendation in the case.
Meanwhile, Oerip stated that the police had provided Amien and his family extra security to ensure their safety. (dyl/ebf)(+++)

Pengiriman 6 Ton Ganja Berhasil Digagalkan Polisi


Ganja yang disita diperlihatkan polisi, republika
Ganja yang disita diperlihatkan polisi, republika
BANDAR LAMPUNG, OKE – Petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung, berhasil mengamankan sebanyak enam ton ganja yang akan menyeberang Selat Sunda tujuan Tangerang, Senin (19/5) malam. Kapolda Lampung, Brigjen Pol Heru Winarko, menggelar ekspos penangkapan terbesar selama tahun ini.
Polres Lampung Selatan menyebutkan ganja tersebut berasal dari Aceh dibawa dengan cara estafet. Di pintu tol gate Pelabuhan Bakauheni, ganja tersebut berhasil terdeteksi petugas KSKP dengan peralatan seaport interdiction.
Kapolda Lampung, Brigjen Pol Heru Winarko, dalam ekspos di Mapolres Lampung Selatan, Rabu (21/5), mengatakan penangkapan ganja seberat enam ton ini adalah yang terbesar sepanjang tahun ini. “Ini terbesar tahun ini,” kata Kapolda.
Ganja-ganja ini dikemas dalam paketan berbagai bentuk dan ukuran. Paket ganja ini dibawa mobil truk fuso yang bermuatan kelapa. Menurut keterangan tersangka kurir truk fuso, Ismail, warga Lhokseumawe, Aceh, ia hanya diperintah membawa truk dengan imbalan uang di Palembang, untuk dibawa ke Tangerang.
Kapolda mengatakan baru menetapkan dua tersangka yakni Fadli, masih buron yang bertugas memerintah Ismail mengambil truk. Kedua, Rojali, juga tersangka danmasih buron, sebagai penerima barang paket ganja tersebut.
Menurut Kapolda, tersangka kuris mendapat upah Rp 7 juta. Dan akan menerima imbalan lagi Rp 15 juta bila sudah sampai di tujuan. Petugas KSKP juga menemukan STNK truk fuso tersebut palsu. Hal ini menambah kecurigaan petugas terhadap truk tersebut, yang sempat mengelabui petugas dengan membawa kelapa. Paket ganja ratusan karung tersebut disimpan ditumpukan kelapa.(ROL)

Penangkapan Ganja di Riau Terbesar di Indonesia

ganja
Liputan: Sony
PEKANBARU INDOFOKUS – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap truk bermuatan ganja kering asal Aceh di salah satu rumah makan di KM 53, Telaga Samsam, Kandis, Jumat (24/10/2014), sekitar pukul 07.00 WIB. Kepala BNN, Komjen Pol Anang Iskandar menyatakan, truk yang diamankan tersebut membawa 8,088 ton ganja kering.
“Sekarang ini, saya akan mengeksekusi dan mengumumkan delapan ton ganja kering yang ditangkap di Riau,” kata Komjen Pol, Anang Iskandar, saat menggelar konfrensi pers di kantor BBNP Riau, Minggu (26/10/2014).
Anang mengatakan, truk berwarna biru kuning nopol B 9396 AH, bermuatan delapan ton ganja dibungkus 186 karung goni yang ditangkap BNN tersebut, dibawa oleh tiga orang tersangka warga Aceh, masing-masing bernama, M Jamil (32) sebagai sopir serta dua orang rekannya bernama Muhallil (25) dan Syafrizal (20).
Anang juga mengatakan, ganja tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta dengan tujuan akhir Sukabumi, Jawa Barat. Kepada petugas tersangka mengaku diperintah oleh Arifin Ibrahim alias Bang Pin (47), warga Jalan M Toha, Bandung. 
Selain menangkap ketiga tersangka, lanjut Anang, di hari yang sama, tiga tim yang dibentuk BNN juga menangkap dua tersangka di dua tempat berbeda. Pertama Ade ditangkap di Jalan Pondok Jaya, Mampang, Jakarta, selanjutnya Bang Pin, warga Bandung, yang merupakan sebagai penghubung. Keduanya, merupakan pemesan barang haram tersebut.
“Tersangka Bang Pin ini merupakan terpidana kasus serupa yang divonis 12 tahun penjara, pada tahun 2008, namun baru 6 tahun ditahan sudah bebas. Kami juga bingung,” keluhnya. 
Sebelum terungkap kasus ini, Bang Pin pernah berhasil mengangkut 7 ton ganja dengan modus serupa. 
Menurut pengakuan Bang Pin, sebagian ganja tersebut merupakan pesanan seseorang dan sisanya akan di edarkan oleh Ade. Jika pengiriman tersebut berhasil, Bang Pin akan mendapat upah seberat 1,2 ton berupa daun ganja atau sekitar Rp 1,2 Miliar, sementara sang sopir truk dan rekannya oleh Bang Pin akan dijanjikan upah sebesar Rp 120 juta, sebelumnya sopir diberi uang jalan oleh Bang Pin sebesar Rp 10 juta. 
Untuk keperluan penyidikan, lanjut Anang ketiga tersangka beserta barang bukti 186 karung besar ganja akan dibawa ke Jakarta. 
“Saat ini tersangka dan barang bukti masih ditahan di BNNP Riau, dan akan segera dibawa ke Jakarta guna menjalankan Proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.
Atas perbuatanya, para tersangka terancam pasal 111 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati untuk menimbulkan efek jera. 
“Kita akan jerat mereka dengan pasal optimal. Semoga saja hukumannya mati,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anang mengatakan, jika 8,088 ton ganja kering tersebut, tidak tertangkap dan berhasil tersebar, diperkirakan akan bisa membuat teller 8 juta orang. 
“Kalau satu orang mengonsumsi satu ons ganja, maka akan ada delapan juta orang bisa rusak jiwanya karena barang haram ini,” katanya. 
Ia mengatakan BNN merupakan sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.
“Mudah-mudahan dengan adanya penangkapan delapan ton ganja kering yang merupakan penangkapan BNN yang paling terbesar ini, akan mengurangi peredaran narkoba di masyarakat,” ujarnya. (bbc)
?max-results=8">Label 9'); document.write("?max-results="+numposts8+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts8\"><\/script>");
?max-results=8">Label 12'); document.write(" ?max-results="+numposts8+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts8\"><\/script>");

Wisata

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Popular Posts

Blog Archive

Popular Template

?max-results=8">Label 11'); document.write(" ?max-results="+numposts8+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts8\"><\/script>");
 

Trending Template

[Valid Atom 1.0]
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TABLOID INDOFOKUS.COM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger